Tampilkan postingan dengan label Sportivo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sportivo. Tampilkan semua postingan
Rabu, Desember 17, 2008

Thailand bukan Myanmar

Timnas harus mengakui keunggulan Thailand 0-1 dalam laga kandang piala AFF Suzuki 2008 di Gelora Bung Karno pada selasa (16/12). Kita bisa menyaksikan sendiri Thailand bermain sangat tenang, efektif dan sedikit sekali melakukan kesalahan. Pada saat bertahan pemain Thailand sangat ketat menempel pemain Indonesia sebaliknya ketika menyerang Thailand bisa dengan leluasa memborbardir lini belakang Indonesia.

Permainan tim Indonesia tidak dapat berkembang seperti yang ditunjukkan sewaktu berhadapan dengan Myanmar di laga penyisihan. Ya memang karena Thailand bukan Myanmar yang bisa timnas jinakkan dengan permainan cantik. Bahkan banyak sekali kesalahan yang dilakukan pemain Indonesia seperti M Ilham, di sektor kiri Isnan Ali sangat kerepotan menjaga wilayahnya.

Ada yang unik di timnas piala AFF kali ini, sebagai pimpinan teratas klasemen Djarum ISL 2008 tidak ada satupun pemain Persipura atau Persiwa yang masuk timnas, padahal logikanya di tim tesebut banyak pemain potensial yang mendukung tim sehingga jadi pimpinan klasemen. Ya memang semua menjadi otoritas pelatih dalam menentukan pemain. Entah apa yang ada di benak Benny Dollo.

Selasa, Desember 16, 2008

Oh ... Boaz... Oh ... Timnas

Malam ini (16/12) timnas akan memainkan laga kandang pada semifinal AFF Suzuki 2008 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Untuk menghadapi Thailand, Benny Dollo mengharapkan adanya variasi serangan dengan memanggil Boaz Salossa pemain asal Persipura.

Namun sayang harapan itu tidak mungkin terwujud karena terganjal peraturan dari AFF yang melarang pergantian pemain apabila tidak ada yang cedera berdasarkan pemeriksaan tim medis AFF. Apa boleh buat akhirnya timnas harus menggunakan formasi lama.

Atas komposisi yang sudah dimainkan sejak penyisihan grup ini, Bendol harus menginstruksikan pemain lebih kreatif dalam mengolah serangan mengingat pemain Thailand terkenal disiplin dan solid seperti Singapura. Kehadiran Boaz memang penting tetapi kemenangan timnas dalam AFF Suzuki 2008 jauh lebih penting. Biarlah tenaga Boaz lebih dimaksimalkan pada kualifikasi Piala Asia 2011 yang dimulai Januari 2009.

Rabu, Desember 10, 2008

Tuh Kan Kalah.....

Sedih juga mengetahui hasil akhir laga timnas Indonesia dengan Sinagpura. Timnas harus mengakui keunggulan Singapura 0-2. Semua yang nonton pasti sangat bangga atas suguhan permainan Firman Utina dkk yang penuh semangat, kerja keras dan bertarung habis-habisan. Bahkan Firman sendiri yang bermain sangat cantik harus keluar lapangan terlebih dahulu sebelum pertandingan usai.

Indonesia tampil memukau dengan ball possesion yang baik meski harus diakui Singapura bermain sangat solid, disiplin dan efektif. Hanya sedikit serangan dari Singapura tapi yang sedikit justru jadi bumerang buat timnas dan menyebabkan kebobolan dua gol.

Di bangku cadangan sekilas tampak salah satu offisial tim yang menggunakan penutup mulut sementara yang lainnya tidak. Apakah ini secara metafisika yang mempengaruhi kekalahan timnas? Heheh tidak ada yang tahu, saya pun hanya menebak-nebak saja.

Timnas tolong duonk bermain lebih baik lagi. Kapan nih dapat gelar lagi. Mosok dapat bencana terus. Cape... deh.

Sabtu, Desember 06, 2008

Terima Kasih Timnas Indonesia

Setelah lama ga nulis, akhirnya tiba juga waktunya untuk corat-coret lagi. Sebelumnya ga mau nulis karena penyakit yang sama sekali tidak patut dipelihara, yaitu penyakit malas. Meskipun tetap rajin membaca web atau blog lain, terutama Kompasiana lebih khusus lagi blognya mas Wisnu yang banyak cerita tentang pak beye dan lingkaran istana.

Hari ini pengen nulis karena lagi seneng bangetttsss, soalnya timnas menang bo'. Sebagai pecinta sepak bola menonton timnas bertanding adalah suatu kewajiban buat saya. Tapi hanya nonton timnas kalo ISL Djarum atawa Coppa Indonesia jarang banget hehe. Apalagi timnas menang dengan penampilan yang mengesankan walau sebelumnya 2 kali kalah dari Myanmar saat piala Grand Royal.

Gol Firman Utina rrruuuarr biasa. Itulah kalimat yang muncul dari saya ketika nonton bersama teman-teman tadi malam. Tidak lupa sambil menikmati Terang Bulan isi pisang hehe (urusan peyut tetap ga lupa). Cuma yang kurang gereget itu golnya Bambang Pamungkas, walau menambah gol tapi secara batin saya kurang bergetar apalagi BP tidak dalam perform terbaiknya. Kalo gol Budi Sudarsono memang berkelas, ya.. agak maksa dikit boleh dikata hampir mirip golnya Cristiano Ronaldo gitu deh.

Bravo untuk timnas, Aku Disini Untukmu

Senin, Juli 14, 2008

Beach Soccer League

Apakah pembaca pernah menyaksikan permainan sepakbola pantai (Beach Soccer), atau malah pernah memainkannya? Saya sendiri sebelumnya tidak pernah melihat permainan ini, baik lewat televisi, pertandingan langsung ataupun membaca dari media cetak.

Hingga pada hari Sabtu tanggal 5 Juli 2008 lalu, tanpa sengaja ketika memili-milih saluran di Indovision, saya mendapati saluran televisi Euro Sport yang sedang menyiarkarkan live Beach Soccer League antara Hungaria dan Inggris. Pertandingan itu sendiri dimenangkan oleh Inggris 3-1.

Olahraga ini tampaknya belum populer di Indonesia di banding sejawatnya Beach Vlloey. Beach volley sendiri telah dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasinal (PON) dan Saa Games. Saat ini beach volley menginduk pada PBVSI. Bagaimana nanti bila beach soccer telah popular, akankah menginduk ke PSSI? Tanyakan saja sama Noegraha Besoes sang sekjen PSSI.

Secara keseluruhan permainan beach soccer banyak kemiripannya dengan futsal. Jumlah pemain sama 5 orang, yaitu 4 pemain dan 1 kiper. Kiper boleh menangkap bola meskipun itu operan dari teman sendiri. Ukuran lapangan memang lebih besar dari futsal. Yang pasti bermain di atas pasir dan di ruang terbuka tidak seperti futsal yang di ruang tertutup. Namun dari layar tv saya agak kesulitan melihat batas ruang gerak kiper dalam menangkap bola seperti yang terlihat jelas dalam lapangan futsal. Pemain tidak menggunakan sepatu saat bermain, ini sama dengan volley beach.

Yang unik dari beach soccer adalah lapangan yang tidak rata sehingga untuk passing ball cukup kesulitan, aliran bola pun hampir selalu diawali dengan dicukil terlebih dahulu sampai setinggi lutut baru di oper ke teman lain. Dribbling bola juga sulit, dari penguasaan bola seorang pemain harus segera dioper lagi kepada rekan lain lagi. Ada sebagian pemain yang menggunakan kaos kaki sebelah kanan, mungkin itu dimaksudkan supaya tidak perih apabila di pakai buat nendang bola terus menerus.

Di banding lapangan futsal yang semakin menjamur di tiap sudut kota, untuk membuat lapangan beach soccer cukup sulit karena tidak setiap kota memilik pantai. Mengingat namanya beach yang berarti pantai maka layaknya permainan ini memang di pantai. Tidak perlu memaksakan dengan membuat pasir buatan seperti yang pernah terjadi dengan beach volley.

Dengan menerjunkan semua pemain terbaiknya, tim futsal Solopos mengalahkan Bisnis Indonesia 11-6 pada laga persahabatan, Sabtu 5 Juli 2008 di Copa Futsal Solo. Manajer sekaligus coach, Budianto, tampak puas dengan hasil yang dicapai anak didiknya.

Turun pada awal pertandingan yaitu Rezi Podolski, Joko Ribbery Nuryanto, Dede Klose, Yoppi Cannavaro dan sang punggawa jala Eko Casilas. Begitu kickoff, Solopos langsung menggebrak dengan tik-tak satu sentuhan langsung tembak ke gawang lawan. Dalam 3 menit berjalan Solopos sudah unggul 3 gol.


Para pemain Bisnis Indonesia agak kewalahan meladeni permainan cepat yang di peragakan oleh anak-anak Blue Power, julukan tim Solopos. Palang pintu Solopos, Yoppi Cannavaro bermain sangat taktis di belakang sehingga konsentrasi serangan yang dibangun dari sayap oleh Rezi dan Joko hadir dengan performa terbaiknya. Tidak ketinggalan pemain senior Dede Klose sebagai jangkar tim, bermain sangat efektif dengan membuka ruang tembak bagi pemain dari sayap.


Menjelang turun minum masing-masing tim mulai melakukan pergantian pemain. Coach Budianto, tampaknya sengaja menarik Joko untuk menyimpan tenaganya pada pertengahan babak ke 2. Masuk pada babak ke-2 dari tim Blue Power adalah Ali Zambrota, Aziz Puyol.


Meski babak ke-2 diwarnai beberapa pelanggaran, namun tidak ada kartu yang dikeluarkan oleh wasit. Serangan demi serangan terus bergulir hingga peluit terakhir dibunyikan oleh wasit, skor akhir 11-6 untuk keunggulan Solopos.

Selamat atas kemenangan Tim Uber Indonesia terhadap Belanda dalam lanjutan pertandingan Uber Cup 2008 di Istora Senayan Jakarta. Indonesia memastikan kemenangan 3-0 setelah tunggal kedua Adriyanti Firdasari mengungguli Patty Stolzenbach dua set langsung.

Partai ganda pertama sesungguhnya adalah partai yang paling menarik karena kedua pasangan terlibat dalam reli-reli panjang sebelum berakhir dengan jumping smash yang indah.

Namun ada sesuatu mencuri perhatian saya, sesungguhnya Belanda justru mengalahkan Indonesia, tetapi ini bukan dalam pertandingan tapi dalam hal gaya busana di lapangan.

Dari sisi olahraga hiburan, gaya busana Tim Uber Belanda terlihat lebih modis dan trendy dari pada tim Indonesia. Baju yang tidak memanjang melewati pinggang dan celana yang di balut rok pendek memperlihat sisi eksotis negeri Belanda. Apakah ini ada pengaruh Belanda sebagai pusat mode dunia ?

Tim Indonesia tampil dengan gaya busana biasa dan sangat standar. Celana yang panjang dan baju memanjang melewati pinggang. Jauh dari kesan modis. Tapi yang penting apabila dilihat secara adat timur gaya busana tim Indonesia jauh lebih sopan.

Bravo Tim Uber Indonesia 2008